Mengapa terorisme gk habis habis?
Semua orang pasti menolak adanya terorisme di Indonesia. Karena hal itu jelas berbahaya bagi keutuhan negara kita. Tetapi lagi lagi terorisme terjadi. Bahaya terorisme di Indonesia akan selalu ada. Tak peduli sebanyak apa oknum oknum terduga teroris yang di tangkap kepolisian. Upaya yang dilakukan pemerintah, dan sebagian kecil masyarakat, tampaknya belum cukup untuk menanggulanginya.
Terjadinya Bom bunuh diri Gereja Katedral pada Minggu (28/3). Pasti kita sudah mengetahui kronologi kejadian itu. Tetapi tidak habis di situ terorisme terjadi lagi 3 hari setelah bom bunuh diri itu terjadi.Mabes Polri diserang teroris pada Rabu, 31/03. terduga teroris merupakan wanita berinisial ZA. Ini kronologi aksi teroris di Mabes Polri, Trenojoyo.
Sekitar pukul 16.30 WIB ZA masuk dari pintu belakang menuju pos gerbang utama Mabes Polri. ZA sempat tanyakan di mana lokasi kantor pos pada polisi di pos jaga. Lalu ZA tinggalkan pos jaga dan kembali lagi serang polisi dengan menggunakan pistol. Alhasil, polisi lakukan tindakan tegas ke ZA hingga tewas.
Selain itu kedua kejadian yang terjadi dalam selisih 3 hari itu memiliki kemiripan. Seperti surat wasiat yang di tulis pelaku terorisme di Gereja Katedral dan pelaku terorisme ZA diMabes Polri, Trenojoyo.
Tidak menutup kemungkinan, terjadinya terorisme membuat rasa takut dan was was dalam kehidupan masyarakat. Dan mulai muncul argumen argumen baru di masyarakat. Seperti terorisme memiliki ciri khusus dalam penampilan nya. Tetapi hal ini tidak dapat menjadi patokan penilaian dalam masyarakat umum. Khususnya wanita, cadar, baju serba hitam. Sekali lagi kita tidak dapat menjadikan hal itu sebuah patokan penilaian.
Bicara soal terorisme, sepertinya Indonesia jadi ladang aksi bagi gerakan ini. Terlihat dari kasus penangkapan oknum terduga terorisme di Indonesia dari bulan Januari 2021 sudah 94 oknum yang di tangkap kepolisian. Ditambah dengan kemajuan zaman terorisme juga bisa memanfaatkan media sosial sebagai wadah kegiatannya.
Langsung saja masuk pada inti pembahasan penyebab terjadinya terorisme dan alternatif solusi terorisme. Jelas perlu kita ketahui penyebab, motif yang terjadi sebelum menemukan solusinya.
Penyebab terorisme yaitu terjadi penyimpangan ideologi dalam masyarakat. Penyimpangan ideologi ini adalah berubahnya pola fikir seseorang, dalam kehidupan masyarakat. Lalu mengapa teroris bisa menyimpang dari ideologi Pancasila atau pun dari jihad islam?. Pada umumnya merasa putus dalam hidup merupakan salah satu jalan untuk mengubah ideologi atau pemikiran seseorang sehingga dapat melakukan terorisme.
Salah satu alternatif upaya menurut saya yaitu. Memberikan wadah, menciptakan dan membina komunitas yang sesuai dengan mereka, dan menyediakan shelter awal agar mereka tidak khawatir tidak bisa makan, adalah bagian dari menawarkan bentuk kehidupan alternatif kepada para oknum oknum tersebut. Tidak populer, tapi strategi “membalas kejahatan dengan kebaikan” adalah strategi yang paling tepat untuk menanggulangi terorisme. Tentu saja memang ada kriteria-kriteria jihadis seperti apa yang bisa mendapatkan program tersebut. Intinya, bagi yang tobat ada kesempatan kedua asalkan juga mau menjadi juru deradikalisasi bagi yang lainnya juga.
Terimakasih sudah membaca semoga terorisme tidak terulang:)

Komentar
Posting Komentar